Spiderman

Senin, 02 Juni 2014

Bahan dan Proses Pembuatan Paving


Bahan baku paving block yang utama adalah pasir dengan gradasi baik dan semen sebagai bahan pengikat. Komposisi dari adukan yang umum dipakai (semen : pasir) adalah : 1 : 3 ; 1 : 4 ; 1 : 5 bahkan lebih sesuai dengan mutu yang diinginkan. Disamping itu dapat ditambahkan bahan substitusi lainnya seperti abu batu, abu terbang, kapur dan bahan lainnya yang dapat memperbaiki mutu dari paving block tersebut. Paving block dapat diproduksi baik secara mekanis, cara semi mekanis dan secara manual dengan cetak tangan. Pada umumnya mutu paving block yang diproduksi dengan peralatan mekanis memiliki mutu yang tinggi. Bahan-bahan dicampur dalam perbandingan tertentu sesuai dengan peruntukan dan mutu yang direncanakan, kemudian dicetak dan dipadatkan dengan getaran. Setelah dibuka dari cetakannya disimpan pada tempat yang terlindung dari panas matahari langsung dan hembusan angin yang berlebihan. Supaya hasilnya lebih baik dilakukan perawatan seperti beton dengan penyiraman secara teratur. Setelah mencapai umur 28 hari paving block dapat diuji mutunya dan siap untuk dipasarkan. Dari hasil penelitian yang menggunakan limbah kapur soda 1 : 4 terhadap volume diperoleh kuat tekan 214 kg/cm2 termasuk mutu III (Abdurachim A, 1993). Penelitian lain menunjukkan penambahan abu terbang sebagai bahan substitusi pengganti semen sangat memuaskan yaitu : sebesar 30% dari berat semen untuk mutu I (400 kg/cm2), untuk mutu II (300 kg/cm2) sebesar 40% dan untuk mutu III (200 kg/cm2) mencapai 50% dari berat semen (Andriati AH dkk, 1990; Abdurachim A. dkk, 1993

Ingin Pesan???... Langsung Datang Saja Ketempat Kami.... Kami Siap Menerima Pesanan Anda....

Desa.Kalirong - Rt/Rw.03/03-Tarokan-Kediri.

Selamat Berkunjung Dan Jangan Lupa Pesan yyaaaa??!!!

cara membuat mie ayam

Resep Cara Membuat Mie Ayam

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat mie ayam :
* 1/2 kg mie
* 100 ml minyak ayam * 100 ml kecap asin * 300 gram daging ayam direbus dan dipotong kotak * 3 sendok makan kecap manis * 2 sendok makan kecap inggris
* 2 batang daun bawang dirajang caisin, penyedap dan bawang goreng secukupnya.

Bumbu mie ayam : - 3 siung bawang putih - 5 buah bawang merah
- 1 sendok teh ketumbar - 3 cm kunyit - 3 cm jahe - 4 butir kemiri
Bahan kaldu mie ayam : - 2 liter air - 1/2 kg tulang ayam - 1 sendok teh garam - 1/2 sendok teh lada bubuk

Cara membuat mie ayam : Kaldu: air direbus hingga mendidih, masukkan tulang ayam, rebus dengan api kecil hingga kaldu beraroma harum. Tambahkan lada bubuk dan garam.
Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang, masukkan ayam, tumis hingga bumbu menyerap ke dalam ayam, lalu tambahkan penyedap, tumis sebentar, angkat, lalu sisihkan.
Masukkan 2 sdm minyak ayam ke dalam mangkok, 1/4 sendok teh penyedap.
Rebus mie dan caisin yang telah dirajang hingga matang, angkat dan letakkan di dalam mangkuk yang telah terisi dengan bumbu, masukkan ayam.
Taburkan bawang goreng dan daun bawang yang telah dirajang.

Tips tambahan : Rahasia kelezatan mie ayam ada pada minyak ayamnya.
Cara membuat minyak mie ayam: Ambil kulit ayam dan lemaknya, panaskan dengan api kecil diatas penggorengan, tambahkan 2 siung bawang putih digeprak, panaskan hingga seluruh minyak keluar dari kulit dan lemak ayam, minyak siap untuk digunakan.

Jika Anda Ingin Pesan Harap Datang ke Desa.Jongbiru Jl. Pg. Meritjan sebelum jembatan jonngbiru

Kami Siap Melayani Anda....

Makanan Kami Tanpa Bahan Pengawet....

Asli Murni Buatan Sendiri.....

Semoga Puas Menerima Pesanan Kami....
Selamat Mencoba

cara membuat batako

Memang sekarang bahan bangunan melambung tinggi harganya.Bagaimana cara mensiasati supaya kita bisa lebih irit dalam membangun rumah yang layak dan hasilnya maksimal tapi modal kecil.

Disini saya cuma bicarakan satu bidang saja dari bahan bangunan yaitu batu bata .Batu bata merah di sini perbijinya Rp.750,- jadi 1000nya Rp.750.000,- sudah tiba di rumah.Dalam membuat rumah ukuran 5×10 m harus membutuhkan paling tidak 13.000 bata.wah berapa rupiah yang harus anda keluarkan?coba hitung sendiri…..!!!!dan untuk lumpurnya saja butuh pasir dan semen yang banyak yang lumayan banyak dan cara pemasangannya mudah tapi butuh waktu lama.
 
Tapi jangan khawatir Brooo ,disini saya sajikan solusinya yang irit.ini sudah saya buktikan sendiri dan hasilnya luar biasa.yaitu buat batako sendiri ,yaitu :
batu bata dari pasir + semen. Biasanya batako ukuranya besar besar.Biasanya ukurannya lebar 10cm panjang 40cm dan tinggi 18cm itu ukuran yang pernah saya buat.Batako juga tidak ribet seperti bata merah harus pakai dibakar biar matang.ini tidak perlu masss brooo,cukup di tata di tempat teduh beres dan siap di pakai.coba pikir batu bata merah harus dibakar,biaya untuk membakar saja butuh kayu dan merang yang banyak.dari pada untuk bakar bata lebih baik buat masak,iya kan?

Kelebihan batako:
- Mudah dalam memasangnya dan lebih cepat tinggi
- irit lumpur dalam pemasangannya,coba bandingkan dengan bata merah
- tidak usah di bakar
- tidak perlu tenaga banyak dalam pembuatanya bisa untuk kerjaan sampingan
- bila kena air bisa tambah kuat beda dengan batu bata kena air pasti hancur kalau kurang matang dalam pembakarannya.
-untuk plesternya/leponya juga tipis jadi lebih irit lumpur

COBA PIKIRKAN…….!!!!!
Oke disini saya ajarkan buat batako yang mudah dan irit serta cepat dalam pembuatanya.
Disini saya sajikan secara manual.

BUAT CETAKAN
Caranya cari kayu yang panjangnya kira-kira 10cmx3cmx300cm
Kita buat ukuran saya yaitu 10cmx18x40cm.harap kayu dipotong pakai gergaji dan bentuk seperti cetakan bata.
Dan didalamnya anda lapisi pakai seng alumunium atau seng talang ,ukur sesuai dengan crakan dan paku pakai paku idep biar rapi.
Kalau sudah selesai harap cari blabak buat cor untuk alas dan oli bekas buat pelicin cetakan.

CAMPURAN PASIR + SEMEN
Pasir 9 timba anda ayak dengan ayak kasar buat pasangan bata
Semen 1 timba.
Tetes 3gelas
Anda campur dan aduk dengan menggunakan skrup dulu.tetes belakangan,harap anda campurkan bersamaan dengan air.
Kalau sudah tercampur rata harap diberi air yang banya seperti bikin lumpur buat pasanagan.karena menurut analisa saya semen itu butuh air cukup banyak akan tambah kuat.ini lain lo dengan batako biasanya yang cuma butuh air dikit.tapi di sini sebalikanya.
Kalau sudah anda aduk pakai pacul dan diamkan selama setengah jam baru anda cetak.

CARA MENCETAK BATAKO
Sediakan papannya dulu ,lalu olesi dengan oli bekas dengan puas
Dan juga olesi cetakan batakonya juga dengan oli bekas biar licin
Setelah anda olesi harap masukan lumpur separuh cetakan dulu dan anda tumbuk pakai kayu balok biar padat .setelah itu beri batu atau pecahan bata merah atau apa saja yang padat di dalamnya dan tutup pakai lumpur sampai merata dan tumbuk sampai padat dan merata .setalah itu anda angkat seperti mencetakan batu bata.biarkan sehai semalam.kalau sudah mengeras anda angkat dan taruh ditempat teduh biar lambat keringnya.karena bila terlalu cepat kering batako kuran kuat dan rapuh.setelah 7 hari harap anda siram pakai air supaya tambah kuat.



Ingin Pesan???...

Langsung Datang Saja Ketempat Kami....
Kami Siap Menerima Pesanan Anda....
Desa.Kalirong - Rt/Rw.03/03-Tarokan-Kediri.

Resep Membuat Kue Tart

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi resep kue basah pada sahabat-sahabat saya, yakni  kue ulang tahun. Kue ulang tahun biasanya tidak pernah ketinggalan dalam perayaan acara ulang tahun meskipun itu hanya kue kecil. Sekarang mari ikuti aku bagaimana cara mebuat kue tart. :-)

Resep dan Cara Membuat Kue Ulang Tahun Yang Enak

Resep Kue Ulang Tahun ( Kue Tart )

Bahan Tart :
  • 6 butir telur
  • 125 gram gula pasir
  • 1 ½ sendok teh emulsifier (SP/TBM)
  • 125 gram tepung terigu protein sedang
  • 15 gram susu bubuk
  • ½ sendok teh baking powder
  • 125 gram margarin, dilelehkan
  • 400 gram buttercream untuk olesan
Bahan Isi :
  • 100 ml susu cair
  • 250 gram cokelat masak pekat, dipotong-potong
  • 100 gram kacang madu, dicincang halus
Bahan Toping :
  • 100 ml susu cair
  • 1 sendok makan madu
  • 200 gram cokelat masak pekat, dipotong-potong
  • Whipped Cream
Bahan sirup (aduk rata) :
  • 2 sendok makan gula pasir
  • 2 sendok makan air hangat
  • 1 sendok makan esens rhum

Resep dan Cara Membuat Kue Ulang Tahun Yang Enak

Cara Membuat Kue Ulang Tahun ( Kue Tart )

Cara Membuat Cake :
  1. Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang.
  2. Tambahkan tepung terigu, cokelat bubuk, susu bubuk, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
  3. Masukkan margarin leleh dan cokelat pasta sedikit sedikit sambil diaduk perlahan.
  4. Tuang di loyang diameter 22 cm, tinggi 7 cm yang dioles margarin dan dialas kertas roti.
  5. Oven 35 menit dengan suhu 180 derajat celcius sampai matang.
Cara Membuat Isi :
  1. Panaskan susu cair, setelah itu matikan terlebih dahulu api.
  2. Masukkan potongan cokelat masak pekat.
  3. Aduk sampai cokelat larut.
  4. Tambahkan kacang madu, aduk rata, dinginkan dan kocok rata.
  5. Belah 3 cake lalu ambil selembar cake.
  6. Oles dengan bahan sirup dan Oles dengan bahan isi.
  7. Tutup lagi dengan cake yang lain.
  8. Selanjutnya tutup cake dengan butter cream.
  9. Lalu garis sisinya dengan penggaris segitiga dan dinginkan.
Cara Membuat Toping :
  1. Panaskan susu cair dan madu
  2. Masukkan potongan cokelat masak pekat.
  3. Aduk sampai cokelat larut.
  4. Tuang diatas cake sampai ke sisinya secara tidak rata.
  5. Dinginkan dan hias dengan buah-buahan.
Tarraaa... Jadi dech kue tartnya, sekarang tinggal dihidangkan saja sesuai selera. Semoga resep dan cara pembuatan KUE TART ini dapat bermanfaat bagi semuanya yaaa... Good Luck untuk mencobanya... :-)

Senin, 26 Mei 2014

KEUTAMAAN SHALAT SUBUH


Keutamaan shalat subuh sebenarnya sangat banyak sekali. Dalam hal ini, banyak dalil yang menyinggung keutamaan shalat subuh. Salah satu penulis yang membukukan tentang keutamaan shalat subuh yakni Egha Zainur Ramadhani. Satu persatu akan kita bahas hadits rasulullah SAW mengenai keutamaan shalat subuh.
Dalil keutamaan shalat subuh #1
Utsman bin Affan ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang shalat isya berjamaah maka seakan-akan ia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat subuh berjamaah (atau dengan shalat Isya-seperti tertera dalam hadits Abu Dawud dan At Tirmidzi) maka seakan-akan ia telah melaksanakan shalat satu malam penuh." (Hadits Riwayat Muslim).
Dalil keutamaan shalat subuh #2
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Kalau sekiranya manusia mengetahui apa yang tersembunyi dalam azan dan shaf pertama, maka mereka tidak akan mendapatkan bagian kecuali dengan jalan diundi di dalamnya, niscaya mereka akan ikut serta dalam undian (banyaknya orang yang berbondong-bondong guna mendapatkan shaf pertama). Dan jika mereka mengetahui apa yang didapatkan dalam awal kedatangan (shalat jamaah), niscaya akan berlomba-lomba. Dan, jika mereka mengetahui apa yang tersimpan di dalam shalat Subuh dan Isya, maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak." (Hadits Riwayat Bukhari).
Memang begitu istimewanya shalat subuh, bahkan shalat sunnah yang menyertainnya juga mendapatkan porsi yang luar biasa.
Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dua rakaat Fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya." (Hadits Riwayat Muslim).
Shalat sunnahnya saja lebih baik dari dunia dan seisinya, lalu bagaimana dengan shalat wajibnya itu sendiri? Sungguh tak terbayangkan keutamaannya! Namun sayangnya manusia justru kerap melalaikan shalat subuh ini.
Ammarah bin Ruwaihah ra meriwayatkan bahwa dirinya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari." (Hadits Riwayat Muslim). Hadits ini semakin menguatkan keutamaan shalat subuh.
Secara medis, shalat ini berhubungan erat dengan Tahajjud dan Kortisol. Shalat subuh menjadi semacam paket dengan Tahajjud untuk mendapat efek kesehatan, mengingat shalat ini tepat berada di penghujung sepertiga malam terakhir.

Keutamaan Bulan Ramadhan dan Puasa Ramadhan

Pada pembahasan kali ini, kita akan mengkaji bersama mengenai keutamaan Ramadhan dan puasa di dalamnya. Semoga Allah selalu memberikan kita ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al-Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah [2] : 185)

Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan,”(Dalam ayat ini) Allah ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ‘alaihimus salam.” (Tafsirul Qur’anil Adzim, I/501, Darut Thoybah)

Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramadhan Tiba

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Muslim)
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,”Pintu-pintu surga dibuka pada bulan ini karena banyaknya amal saleh dikerjakan sekaligus untuk memotivasi umat islam untuk melakukan kebaikan. Pintu-pintu neraka ditutup karena sedikitnya maksiat yang dilakukan oleh orang yang beriman. Setan-setan diikat kemudian dibelenggu, tidak dibiarkan lepas seperti di bulan selain Ramadhan.” (Majalis Syahri Ramadhan, hal. 4, Wazarotul Suunil Islamiyyah)

Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah -yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.
Allah ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ – وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ – لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr [97] : 1-3)

Dan Allah ta’ala juga berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3)

Ibnu Abbas, Qotadah dan  Mujahid mengatakan bahwa malam yang diberkahi tersebut adalah malam lailatul qadar. (Lihat Ruhul Ma’ani, 18/423, Syihabuddin Al Alusi)

Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Doa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar sebagaimana dalam Mujma’ul Zawaid dan Al Haytsami mengatakan periwayatnya tsiqoh/terpercaya. Lihat Jami’ul Ahadits, Imam Suyuthi)

Keutamaan Puasa

1. Puasa adalah Perisai

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’)

2. Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Pahala yang Tak Terhingga
3. Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Dua Kebahagiaan
4. Bau Mulut Orang yang Bepuasa Lebih Harum di Hadapan Allah daripada Bau Misik/Kasturi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ . وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ . وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ ، وَإِذَا لَقِىَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

“Allah berfirman,’Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor, jangan pula berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka katakanlah,’Saya sedang berpuasa’. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat daripada bau misk/kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya’. “ (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Puasa akan Memberikan Syafaat bagi Orang yang Menjalankannya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ

Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata,’Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya’. Dan Al-Qur’an pula berkata,’Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya.’ Beliau bersabda, ‘Maka syafaat keduanya diperkenankan.’” (HR. Ahmad, Hakim, Thabrani, periwayatnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Al Haytsami dalam Mujma’ul Zawaid)

6. Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Pengampunan Dosa

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Bagi Orang yang Berpuasa akan Disediakan Ar Rayyan

Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama  Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga pembahasan di atas dapat mendorong kita agar lebih bersemangat untuk mendapatkan keutamaan berpuasa di bulan Ramadhan dengan cara menghiasi hari-hari di bulan yang penuh berkah tersebut dengan amal saleh yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya yang mulia.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Keutamaan Bulan Rajab


Bulan Rajab (ilustrasi)
Kini kita telah beberapa hari berada di bulan Rajab 1435 H. Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, Rajab berasal dari tarjib yang artinya menghormat. Dari namanya, Rajab adalah bulan yang dimulaikan dan dihormati. Bulan yang memiliki keutamaan.

Rajab adalah Salah Satu Bulan Haram
Bulan Rajab menjadi istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya karena bulan Rajab merupakan salah satu bulan dari empat bulan haram (arba’atun hurum).

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah itu ada 12 bulan. Kesemuanya dalam ketetapan Allah di hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara (12 bulan) tersebut terdapat 4 bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu...” (QS. At Taubah : 36).

Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sanksi berbuat dosa di bulan-bulan haram jauh lebih berat dibandingkan bulan-bulan lainnya, selain bulan suci Ramadhan. Sebaliknya, amal shalih di bulan-bulan haram lebih besar pahalanya dibandingkan pada bulan lainnya, kecuali Ramadhan.

Ibnu Katsir mengutip penjelasan Ibnu Abbas dan Qatadah dalam masalah ini.

“Sesungguhnya melakukan perbiatan zalim di bulan-bulan haram, maka dosa dan sanksinya jauh lebih besar dibandingkan melakukan perbuatan zalim pada bulan-bulan lain,” kata Ibnu Abbas.

Qatadah mengatakan “Amal shalih lebih besar pahalanya pada bulan haram, dan melakukan kezhaliman pada bulan itu dosanya lebih besar dibanding pada bulan-bulan selainnya, meskipun kezhaliman di setiap keadaan tetap besar dosanya.”

Kendati demikian, tidak ada amalan khusus di bulan Rajab ini. Baik berupa mandi awal Rajab, puasa maupun shalat malam yang dikhususkan pada tanggal-tanggal tertentu.

Bulan yang Dekat dengan Ramadhan
Rajab adalah bulan yang dekat dengan Ramadhan. Dalam beberapa hadits disebutkan doa yang secara harfiah menunjukkan persiapan menyambut Ramadhan telah dimulai di bulan Rajab ini.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ
Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan (HR. Al-Baihaqi dan Thabrani).

Meskipun hadits tersebut dinilai dhaif oleh Al Albani, terdapat hadits lain yang juga menggandengkan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan dalam sebuah doa. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ
Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan (HR. Ahmad).

Kalaupun ada ulama lain yang mendhaifkan hadits riwayat Imam Ahmad ini, banyak ulama yang telah membaca doa ini di bulan Rajab. Artinya, di sinilah letak keutamaan bulan Rajab. Bahwa di bulan ini, umat Islam telah mulai mempersiapkan diri menyambut Ramadhan; baik dengan ilmu, persiapan ruhiyah, fisik maupun finansial untuk menjemput bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Bulan Isra' Mi'raj
Meskipun masih diperselisihkan oleh sejumlah ulama, termasuk Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury, 27 Rajab diyakini sebagai tanggal terjadinya Isra' Mi'raj, terutama oleh para ulama di Indonesia. Isra' Mi'raj adalah perjalanan luar biasa, dan melalui peristiwa itu Rasulullah mendapatkan perintah shalat secara langsung.
Dengan demikian, Rajab menjadi wasilah bagi umat Islam untuk kembali melakukan refleksi dan muhasabah terkait dengan shalatnya. Shalat diperbaiki kualitasnya, sembari mempersiapkan diri menunaikan puasa di bulan Ramadhan nanti.

Manfaat Lidah Buaya Bagi Kulit Wajah


Manfaat lidah buaya bagi kulit wajah sudah dikenal sejak lama di Mesir Kuno dan mereka menyebutnya sebagai tanaman keabadian pada masa tersebut. Penggunaan tumbuhan lidah buaya lebih mengarah kepada pengobatan dan juga merupakan obat yang paling baik untuk mengobati kulit yang terbakar oleh sinar matahari. Tumbuhan Lidah buaya merupakan tanaman kaktus milik keluarga Liliaceae yang tumbuh di daerah beriklim kering seperti yang ditemukan di beberapa bagian Afrika dan India dan telah digunakan selama berabad – abad sebagai obat .

Manfaat Lidah Buaya Bagi Kulit Wajah

manfaat-lidah-buaya
Batang tumbuhan lidah buaya mengandung banyak gel yang mampu digunakan untuk menenangkan kulit yang terluka dan juga mempercepat penyembuhan luka. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menguji manfaat dari tanaman lidah buaya dan ditemukan bahwa lidah buaya sangat efektif dalam mengobati berbagai kondisi kulit, dari kulit terkelupas atau kering, penyakit karena alergi terhadap kosmetik, termasuk masalah rambut dan juga mengenai kulit kepala yang bermasalah.
Berikut adalah 8 manfaat lidah buaya yang bisa kita gunakan dalam perawatan sehari-hari secara alami tanpa efek samping,
1 . Tanaman lidah buaya bisa mengobati kulit yang terbakar akibat sengatan matahari
2 . Lidah buaya sebagai pelembab alami bagi kulit yang kering tanpa meninggalkan rasa lengket dan berminyak. Selain itu tumbuhan lidah buaya juga membuat wajah seseorang cerah secara alami.
3 . Lidah buaya sangat baik dalam membantu mencegah serta mengobati jerawat, terutama jerawat merah yang besar dan meradang.
4 . Lidah buaya sangat baik sebagai bahan anti penuaan dini karena mengandung sejumlah besar antioksidan termasuk , beta karoten , vitamin C dan E yang dapat membantu meningkatkan kekencangan alami kulit dan menjaga kulit terhidrasi .
5 . Mengurangi visibilitas stretch mark. Lidah buaya juga diketahui sangat baik dalam mengurangi stretch mark di sekitar tubuh anda karena kemampuannya dalam menjaga elastisitas kulit.
Rutin menggunakan lidah buaya sebagai makanan mampu memaksimalkan manfaat lidah buaya.

Manfaat Jus Wortel Bagi Kesehatan Tubuh dan Wajah

Manfaat Jus Wortel Bagi Kesehatan Tubuh dan Wajah. Wortel, jenis sayuran yang berwarna merah ini memang seringkali digunakan sebagai bahan makanan untuk membuat sop dan makanan lainnya. Tahukah anda, wortel ini memiliki segudang manfaat untuk kesehatan lho. Saking hebatnya wortel ini, maka anda disarankan mengkonsumsinya setiap hari atau setidaknya 5 biji dalam seminggu.

Manfaat Wortel Bagi Kesehatan

Salah satunya adalah manfaat wortel bagi kesehatan tubuh untuk mengecilkan resiko serangan stroke dikarenakan kandungan betakaroten, yang bermanfaat untuk kulit. Selain stroke, manfaat wortel juga sangat baik untuk menjaga kesehatan gigi kita, yakni dengan memakannya mentah-mentah. Kandungan wortel ini akan melenyapkan plak gigi dan juga pendarahan pada gusi.
manfaat-wortel

Manfaat Wortel Untuk Wajah

Selain bagus untuk perawatan wajah, tak banyak yang tahu, jika wortel ini juga memiliki sejumlah khasiat untuk perawatan wajah. Manfaat wortel untuk wajah diantaranya bisa digunakan sebagai masker yang berfungsi untuk mencerahkan kulit wajah. anda bisa membuat masker ini dengan memblender atau memarut sampai lembut.
Tuangkan parutan wortel dalam cawan dan tambahkan madu 1 sendok makan dan aduk hingga merata. Sebelum mengoleskan pada wajah, sebaiknya bilas wajah terlebih dahulu dan oleskan merata ke seluruh permukaan wajah 15 hingga 30 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air yang hangat, lalu bilas dengan air dingin. Lakukan perawatan wajah ini rutin agar mendapatkan manfaat wortel secara optimal yakni mencerahkan wajah sekaligus mengurangi flek dan kerutan.

Manfaat Jus Wortel

Sayuran yang berwarna merah dan kaya akan vitamin A ini juga sering dijadikan bahan minuman pembuat jus. Selain rasanya manis dan segar, manfaat jus wortel ini juga baik bagi mata karena dapat menjernihkan penglihatan bagi anda yang mengalami minus. Selain itu bagi yang tidak bermasalah dengan mata minus, mengkonsumsi jus wortel ini juga dapat mempertajam penglihatan sekaligus melindungi mata terhadap penyakit katarak.
Adapun manfaat wortel ini jika dijadikan jus selain untuk kesehatan mata adalah mencegah sejumlah penyakit serius seperti kanker usus, payudara dan paru-paru. Dan yang lebih hebatnya lagi, jus wortel juga dapat menurunkan kolesterol dalam darah yang seringkali menjadi penyebab penyakit stroke.

Minggu, 25 Mei 2014

BIOGRAFI IMAM IBNU MAJAH


BIOGRAFI IMAM IBNU MAJAH
1.1. Nama Lengkapnya: Abu Abdullah Muhammad bin Yazid bin Majah Ar-Rabi'I al-Qazwini, dan dikenal dengan nama Ibnu Majah.
1.2. Kelahiran dan Wafatnya: Beliau dilahirkan di Qazwin pada tahun 209 H. Dan wafat tanggal 22 Ramadhan 273 H.
1.3. Nasyiahnya:  Sejak  remaja, Ibnu Majah dikenal sebagai sosok yang tekun dan cinta ilmu. Pada usia 15 tahun, Ibnu Majah belajar hadits pada seorang guru besar kala itu, Ali bin Muhammad At-Tanafasy (233 H). Bakat dan kegigihan yang dimiliki Ibnu Majah membawanya berkelana ke penjuru negeri untuk menekuni bidang hadits. Sepanjang hayatnya, seluruh pikiran dan usahanya untuk menulis baik di bidang fikih, tafsir, hadits, dan sejarah.
Tidak hanya itu, di bidang sejarah, Ibnu Majah menyusun At-Târîkh. Buku ini secara terperinci mengulas biografi para muhaddits yang hidup sebelumnya hingga biografi ualama hadits yang semasa dengannya. Di bidang tafsir, Ibnu Majah juga menulis Al-Qur'ân Al-Karîm. Namun sayang, buku At-Tarikh dan buku Al-Qur'an Al-Karim tidak sampai ke generasi berikutnya hingga sekarang.
1.4. Rihlah Ilmiahnya: Sebagaimana para ulama hadits terkemuka lainnya, Ibnu Majah bersemangat sekali belajar dan menghimpun hadits dari ulama- ulama terkemuka di berbagai kota dan negeri. Beliaupun melakukan lawatan ke beberapa kota untuk mendapatkan hadits dan belajar dari guru disana. Imam Ibnu Majah pergi ke Irak, Hijaz, Syam, Mesir, Kufah, Basrah, dan lainnya. Beliau bertemu dengan banyak guru di negeri- negeri tersebut. Beliau mendengar para imam- imam pada masanya, seperti Muhammad bin Numair dan tokoh- tokoh setingkatnya.
1.5. Guru- gurunya: Dalam menuntut ilmu, Imam Ibnu Majah berguru kepada para ulama. Beberapa guru Imam Ibnu Majah adalah:
1.    Abu Bakar bin Abi Syaibah,
2.    Muhammad bin Abdullah bin Namir,
3.    Hisyam bin Ammar,
4.    Muhammad bin Rumh,
5.    Ahmad bin al-Azhar, dan
6.    Basyir bin Adam.
1.6. Murid- muridnya: Adapun diantara murid-murid Imam Ibnu Majah adalah:
1.    Muhammad bin Isa al-Abhari,
2.    Abul Hasan al-Qattan,
3.    Sulaiman bin Yazid al-Qazwini.
4.    Ibnu Sibawaih, dan
5.    Ishaq bin Muhammad.
1.7. Warisan Ilmiahnya: Imam Ibnu Majah menulis dalam bidang tafsir, hadits dan tarikh. Karyanya yang populer adalah Kitab as-Sunan. Beliau menyusunnya secara sistematis, menurut siaga etika fiqh, seperti halnya Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Nasa'i dan Sunan Tirmidzi. Beliau tidak bermaksud mentakhrij hadist shahih saja. Oleh karena itu, banyak ulama yang tidak memasukkannya kedalam kelompok al-Kutub as-Sittah sebelum abad keenam Hijriyah.
Kitab karya Imam Ibnu Majah disusun menjadi kitab dan bab, yaitu sekitar 32 kitab dan 1.500 bab. Kitab ini memuat lebih dari 4.000 hadits, sedangkan  isinya memuat hadits shahih, hasan, dhaif, bahkan munkar dan maudhu', meskipun jumlahnya sedikit.
Sehubungan dengan isi hadits yang demikian, banyak para ulama yang telah mengkaji dan memberikan kritikannya.  Di antara kitab sunan sebelumnya, Sunan Ibnu Majah paling banyak memuat hadits dhaif. Selain itu, beliaupun meriwayatkan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang "tertuduh" berdusta. Sehingga, hendaklah tidak menjadikan hadits yang hanya diriwayatkan oleh Ibnu Majah sebagai dalil, kecuali setelah mengkajinya. Jika haditsnya shahih atau hasan, maka boleh menjadi pegangan. Tapi, jika hadistnya dhaif, maka jangan dijadikan pegangan.
1.8. Kitab- kitabnya: Imam Ibnu Majah mempunyai banyak karya tulis, di antaranya:
1.  Kitab As-Sunan, yang merupakan salah satu Kutubus Sittah (Enam Kitab Hadits yang Pokok).
2.  Kitab Tafsir Al-Qur'an, sebuah kitab tafsir yang besar manfatnya seperti diterangkan Ibnu Katsir.
3.  Kitab Tarikh, berisi sejarah sejak masa sahabat sampai masa Ibnu Majah.
1.9. Sekilas Tentang Sunan Ibnu Majah
Kitab ini adalah salah satu kitab karya Imam Ibnu Majah terbesar yang masih beredar hingga sekarang. Dengan kitab inilah, nama Ibnu Majah menjadi terkenal. Ia menyusun sunan ini menjadi beberapa kitab dan beberapa bab. Sunan ini terdiri dari 32 kitab, 1.500 bab. Sedang jumlah haditsnya sebanyak 4.000 buah hadits.
Kitab sunan ini disusun menurut sistematika fiqh, yang dikerjakan secara baik dan indah. Ibn Majah memulai sunan-nya ini dengan sebuah bab tentang mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Dalam bab ini ia menguraikan hadits-hadits yang menunjukkan kekuatan sunnah, kewajiban mengikuti dan mengamalkannya.
1.10. Kedudukan Sunan Ibnu Majah di antara Kitab-kitab Hadits
Sebagian ulama tidak memasukkan Sunan Ibnu Majah ke dalam kelompok "Kitab Hadits Pokok" mengingat derajat Sunan ini lebih rendah dari kitab-kitab hadits yang lima (Kutubul Khamsah). Sebagian ulama yang lain menetapkan, bahwa kitab-kitab hadits yang pokok ada enam kitab (Al-Kutubus Sittah/Enam Kitab Hadits Pokok), yaitu:
1.  Shahih Bukhari, karya Imam Bukhari.
2.  Shahih Muslim, karya Imam Muslim.
3.  Sunan Abu Dawud, karya Imam Abu Dawud.
4.  Sunan Nasa'i, karya Imam Nasa'i.
5.  Sunan Tirmidzi, karya Imam Tirmidzi.
6.  Sunan Ibnu Majah, karya Imam Ibnu Majah.
Ulama pertama yang memandang Sunan Ibnu Majah sebagai Kutubus Sittah adalah al-Hafizh Abul Fadli Muhammad bin Tahrir al-Maqdisi (wafat pada 507 H) dalam kitabnya Atraful Kutubus Sittah dan dalam risalahnya Syurutul 'A'immatis Sittah. Pendapat itu kemudian diikuti oleh al-Hafizh 'Abdul Gani bin al-Wahid al-Maqdisi  (wafat 600 H) dalam kitabnya Al Ikmal fi Asma ar-Rijal.
Mereka mendahulukan Sunan Ibn Majah dan memandangnya sebagai kitab keenam, tetapi tidak mengkategorikan kitab Al Muwatta' karya Imam Malik sebagai kitab keenam, padahal kitab ini lebih shahih daripada Sunan Ibnu Majah, hal ini mengingat bahwa Sunan Ibnu Majah banyak zawa'idnya (tambahannya) atas Kutubul Khamsah. Berbeda dengan Al-Muwatta', yang hadits-hadits itu kecuali sedikit sekali, hampir seluruhnya telah termuat dalam Kutubul Khamsah.
Di antara para ulama ada yang menjadikan Al-Muwatta' susunan Imam Malik ini sebagai salah satu Ushulus Sittah (Enam Kitab Pokok), bukan Sunan Ibnu Majah. Ulama pertama yang berpendapat demikian adalah Abul Hasan Ahmad bin Razin al-Abdari as-Sarqasti (wafat sekitar tahun 535 H) dalam kitabnya At-Tajrid fil Jam'i Bainas-Sihah. Pendapat ini diikuti oleh Abus Sa'adat Majdudin Ibnul Asir al-Jazairi asy-Syafi'i (wafat 606 H). Demikian pula az-Zabidi asy-Syafi'i (wafat 944 H) dalam kitabnya Taysirul Wusul.
1.11. Nilai Hadits-hadits Sunan Ibnu Majah
Sunan Ibnu Majah memuat hadits-hadits sahih, hasan, dan dha'if (lemah), bahkan hadits-hadits munkar dan maudhu' meskipun dalam jumlah sedikit. Martabat Sunan Ibnu Majah ini berada di bawah martabat Kutubul Khamsah (Lima Kitab Pokok). Hal ini karena kitab sunan ini yang paling banyaknya hadits-hadits dha'if di dalamnya. Oleh karena itu tidak seyogyanya kita menjadikan hadits-hadits yang dinilai lemah atau palsu dalam Sunan Ibnu Majah ini sebagai dalil. Kecuali setelah mengkaji dan meneliti terlebih dahulu mengenai keadaan hadits-hadits tersebut. Bila ternyata hadits dimaksud itu sahih atau hasan, maka ia boleh dijadikan pegangan. Jika tidak demikian adanya, maka hadits tersebut tidak boleh dijadikan dalil.
Wallahua'lam Bisshowab

Biografi Imam Abu Dawud

Beliau lahir sebagai seorang ahli urusan hadits, juga dalam masalah fiqh dan ushul serta masyhur akan kewara’annya dan kezuhudannya. Kefaqihan beliau terlihat ketika mengkritik sejumlah hadits yang bertalian dengan hukum, selain itu terlihat dalam penjelasan bab-bab fiqih atas sejumlah karyanya, seperti Sunan Abu Dawud.

Al-Imam al-Muhaddist Abu Dawud lahir pada tahun 202 H dan wafat pada tahun 275 H di Bashrah.

Sepanjang sejarah telah muncul para pakar hadist yang berusaha menggali makna hadist dalam berbagai sudut pandang dengan metoda pendekatan dan sistem yang berbeda, sehingga dengan upaya yang sangat berharga itu mereka telah membuka jalan bagi generasi selanjutnya guna memahami as-Sunnah dengan baik dan benar.

Di samping itu, mereka pun telah bersusah payah menghimpun hadits-hadits yang dipersilisihkan dan menyelaraskan di antara hadits yang tampak saling menyelisihi. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kewibawaan dari hadits dan sunnah secara umum. Abu Muhammad bin Qutaibah (wafat 267 H) dengan kitab beliau Ta’wil Mukhtalaf al-Hadits telah membatah habis pandangan kaum Mu’tazilah yang mempertentangkan beberapa hadits dengan al-Quran maupun dengan rasio mereka.

Selanjutnya upaya untuk memilahkan hadits dari khabar-khabar lainnya yang merupakan hadits palsu maupun yang lemah terus dilanjutkan sampai dengan kurun al-Imam Bukhari dan beberapa penyusun sunan dan lainnya. Salah satu kitab yang terkenal adalah yang disusun oleh Imam Abu Dawud yaitu sunan Abu Dawud. Kitab ini memuat 4800 hadits terseleksi dari 50.000 hadits.

Beliau sudah berkecimpung dalam bidang hadits sejak berusia belasan tahun. Hal ini diketahui mengingat pada tahun 221 H, beliau sudah berada di baghdad. Kemudian mengunjungi berbagai negeri untuk memetik langsung ilmu dari sumbernya. Beliau langsung berguru selama bertahun-tahun. Diantara guru-gurunya adalah Imam Ahmad bin Hambal, al-Qa’nabi, Abu Amr adh-Dhariri, Abu Walid ath-Thayalisi, Sulaiman bin Harb, Abu Zakariya Yahya bin Ma’in, Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb, ad-Darimi, Abu Ustman Sa’id bin Manshur, Ibnu Abi Syaibah dan lain-lain.

Sebagai ahli hukum, Abu Dawud pernah berkata: Cukuplah manusia dengan empat hadist, yaitu: Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya; termasuk kebagusan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat; tidaklah keadaan seorang mukmin itu menjadi mukmin, hingga ia ridho terhadap saudaranya apa yang ia ridho terhadap dirinya sendiri; yang halal sudah jelas dan yang harampun sudah jelas pula, sedangkan diantara keduanya adalah syubhat.

Beliau menciptakan karya-karya yang bermutu, baik dalam bidang fiqh, ushul,tauhid dan terutama hadits. Kitab sunan beliaulah yang paling banyak menarik perhatian, dan merupakan salah satu diantara kompilasi hadits hukum yang paling menonjol saat ini. Tentang kualitasnya ini Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah berkata: Kitab sunannya Abu Dawud Sulaiman bin Asy’ats as-sijistani rahimahullah adalah kitab Islam yang topiknya tersebut Allah telah mengkhususkan dia dengan sunannya, di dalam banyak pembahasan yang bisa menjadi hukum diantara ahli Islam, maka kepadanya hendaklah para mushannif mengambil hukum, kepadanya hendaklah para muhaqqiq merasa ridho, karena sesungguhnya ia telah mengumpulkan sejumlah hadits ahkam, dan menyusunnya dengan sebagus-bagus susunan, serta mengaturnya dengan sebaik-baik aturan bersama dengan kerapnya kehati-hatian sikapnya dengan membuang sejumlah hadits dari para perawi majruhin dan dhu’afa. Semoga Allah melimpahkan rahmat atas mereka dan mem- berikannya pula atas para pelanjutnya.

Biografi Imam Muslim

Imam Muslim dilahirkan di Naisabur pada tahun 202 H atau 817 M. Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an Naisaburi. Naisabur, yang sekarang ini termasuk wilayah Rusia, dalam sejarah Islam kala itu termasuk dalam sebutan Maa Wara'a an Nahr, artinya daerah-daerah yang terletak di sekitar Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah. Pada masa Dinasti Samanid, Naisabur menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan selama lebih kurang 150 tahun. Seperti halnya Baghdad di abad pertengahan, Naisabur, juga Bukhara (kota kelahiran Imam Bukhari) sebagai salah satu kota ilmu dan pusat peradaban di kawasan Asia Tengah. Di sini pula bermukim banyak ulama besar.

Perhatian dan minat Imam Muslim terhadap ilmu hadits memang luar biasa. Sejak usia dini, beliau telah berkonsentrasi mempelajari hadits. Pada tahun 218 H, beliau mulai belajar hadits, ketika usianya kurang dari lima belas tahun. Beruntung, beliau dianugerahi kelebihan berupa ketajaman berfikir dan ingatan hafalan. Ketika berusia sepuluh tahun, Imam Muslim sering datang dan berguru pada seorang ahli hadits, yaitu Imam Ad Dakhili. Setahun kemudian, beliau mulai menghafal hadits Nabi SAW, dan mulai berani mengoreksi kesalahan dari gurunya yang salah menyebutkan periwayatan hadits.

Selain kepada Ad Dakhili, Imam Muslim pun tak segan-segan bertanya kepada banyak ulama di berbagai tempat dan negara. Berpetualang menjadi aktivitas rutin bagi dirinya untuk mencari silsilah dan urutan yang benar sebuah hadits. Beliau, misalnya pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya. Dalam lawatannya itu, Imam Muslim banyak bertemu dan mengunjungi ulama-ulama kenamaan untuk berguru hadits kepada mereka. Di Khurasan, beliau berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih; di Ray beliau berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu 'Ansan. Di Irak beliau belajar hadits kepada Ahmad bin Hambal dan Abdullah bin Maslamah; di Hijaz beliau belajar kepada Sa'id bin Mansur dan Abu Mas 'Abuzar; di Mesir beliau berguru kepada 'Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya, dan ulama ahli hadits lainnya.

Bagi Imam Muslim, Baghdad memiliki arti tersendiri. Di kota inilah beliau berkali-kali berkunjung untuk belajar kepada ulama-ulama ahli hadits. Kunjungannya yang terakhir beliau lakukan pada tahun 259 H. Ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, Imam Muslim sering mendatanginya untuk bertukar pikiran sekaligus berguru padanya. Saat itu, Imam Bukhari yang memang lebih senior, lebih menguasai ilmu hadits ketimbang dirinya.

Ketika terjadi fitnah atau kesenjangan antara Bukhari dan Az Zihli, beliau bergabung kepada Bukhari. Sayang, hal ini kemudian menjadi sebab terputusnya hubungan dirinya dengan Imam Az Zihli. Yang lebih menyedihkan, hubungan tak baik itu merembet ke masalah ilmu, yakni dalam hal penghimpunan dan periwayatan hadits-hadits Nabi SAW.

Imam Muslim dalam kitab shahihnya maupun kitab-kitab lainnya tidak memasukkan hadits-hadits yang diterima dari Az Zihli, padahal beliau adalah gurunya. Hal serupa juga beliau lakukan terhadap Bukhari. Tampaknya bagi Imam Muslim tak ada pilihan lain kecuali tidak memasukkan ke dalam Kitab Shahihnya hadits-hadits yang diterima dari kedua gurunya itu. Kendatipun demikian, dirinya tetap mengakui mereka sebagai gurunya.

Imam Muslim yang dikenal sangat tawadhu' dan wara' dalam ilmu itu telah meriwayatkan puluhan ribu hadits. Menurut Muhammad Ajaj Al Khatib, guru besar hadits pada Universitas Damaskus, Syria, hadits yang tercantum dalam karya besar Imam Muslim, Shahih Muslim, berjumlah 3.030 hadits tanpa pengulangan. Bila dihitung dengan pengulangan, katanya, berjumlah sekitar 10.000 hadits. Sementara menurut Imam Al Khuli, ulama besar asal Mesir, hadits yang terdapat dalam karya Muslim tersebut berjumlah 4.000 hadits tanpa pengulangan, dan 7.275 dengan pengulangan. Jumlah hadits yang beliau tulis dalam Shahih Muslim itu diambil dan disaring dari sekitar 300.000 hadits yang beliau ketahui. Untuk menyaring hadits-hadits tersebut, Imam Muslim membutuhkan waktu 15 tahun.

Mengenai metode penyusunan hadits, Imam Muslim menerapkan prinsip-prinsip ilmu jarh, dan ta'dil, yakni suatu ilmu yang digunakan untuk menilai cacat tidaknya suatu hadits. Beliau juga menggunakan sighat at tahammul (metode-metode penerimaan riwayat), seperti haddasani (menyampaikan kepada saya), haddasana (menyampaikan kepada kami), akhbarana (mengabarkan kepada saya), akhabarana (mengabarkan kepada kami), dan qaalaa (ia berkata).

Imam Muslim menjadi orang kedua terbaik dalam masalah ilmu hadits (sanad, matan, kritik, dan seleksinya) setelah Imam Bukhari. "Di dunia ini orang yang benar-benar ahli di bidang hadits hanya empat orang; salah satu di antaranya adalah Imam Muslim," komentar ulama besar Abu Quraisy Al Hafizh. Maksud ungkapan itu tak lain adalah ahli-ahli hadits terkemuka yang hidup di masa Abu Quraisy.
 

Reputasinya mengikuti gurunya Imam Bukhari

Dalam khazanah ilmu-ilmu Islam, khususnya dalam bidang ilmu hadits, nama Imam Muslim begitu monumental, setara dengan gurunya, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhary al-Ju’fy atau lebih dikenal dengan nama Imam Bukhari. Sejarah Islam sangat berhutang jasa kepadanya, karena prestasinya di bidang ilmu hadits, serta karya ilmiahnya yang luar biasa sebagai rujukan ajaran Islam, setelah al-Qur’an. Dua kitab hadits shahih karya Bukhari dan Muslim sangat berperan dalam standarisasi bagi akurasi akidah, syariah dan tasawwuf dalam dunia Islam.

Melalui karyanya yang sangat berharga, al-Musnad ash-Shahih, atau al-Jami’ ash-Shahih, selain menempati urutan kedua setelah Shahih Bukhari, kitab tersebut memenuhi khazanah pustaka dunia Islam, dan di Indonesia, khususnya di pesantren-pesantren menjadi kurikulum wajib bagi para santri dan mahasiswa.

Pengembaraan (rihlah) dalam pencarian hadits merupakan kekuatan tersendiri, dan amat penting bagi perkembangan intelektualnya. Dalam pengembaraan ini (tahun 220 H), Imam Muslim bertemu dengan guru-gurunya, dimana pertama kali bertemu dengan Qa’nabi dan yang lainnya, ketika menuju kota Makkah dalam rangka perjalanan haji. Perjalanan intelektual lebih serius, barangkali dilakukan tahun 230 H. Dari satu wilayah ke wilayah lainnya, misalnya menuju ke Irak, Syria, Hijaz dan Mesir.

Waktu yang cukup lama dihabiskan bersama gurunya al-Bukhari. Kepada guru besarnya ini, Imam Muslim menaruh hormat yang luar biasa. "Biarkan aku mencium kakimu, hai Imam Muhadditsin dan dokter hadits," pintanya, ketika di sebuah pertemuan antara Bukhari dan Muslim.

Disamping itu, Imam Muslim memang dikenal sebagai tokoh yang sangat ramah, sebagaimana al-Bukhari yang memiliki kehalusan budi bahasa, Imam Muslim juga memiliki reputasi, yang kemudian populer namanya — sebagaimana disebut oleh Adz-Dzahabi — dengan sebutan muhsin dari Naisabur.

Maslamah bin Qasim menegaskan, "Muslim adalah tsaqqat, agung derajatnya dan merupakan salah seorang pemuka (Imam)." Senada pula, ungkapan ahli hadits dan fuqaha’ besar, Imam An-Nawawi, "Para ulama sepakat atas kebesarannya, keimanan, ketinggian martabat, kecerdasan dan kepeloporannya dalam dunia hadits."
 

Kitab Shahih Muslim


Imam Muslim memiliki jumlah karya yang cukup penting dan banyak. Namun yang paling utama adalah karyanya, Shahih Muslim. Dibanding kitab-kitab hadits shahih lainnya, kitab Shahih Muslim memiliki karakteristik tersendiri, dimana Imam Muslim banyak memberikan perhatian pada ekstraksi yang resmi. Beliau bahkan tidak mencantumkan judul-judul setiap akhir dari satu pokok bahasan. Disamping itu, perhatiannya lebih diarahkan pada mutaba’at dan syawahid.

Walaupun dia memiliki nilai beda dalam metode penyusunan kitab hadits, Imam Muslim sekali-kali tidak bermaksud mengungkap fiqih hadits, namun mengemukakan ilmu-ilmu yang bersanad. Karena beliau meriwayatkan setiap hadits di tempat yang paling layak dengan menghimpun jalur-jalur sanadnya di tempat tersebut. Sementara al-Bukhari memotong-motong suatu hadits di beberapa tempat dan pada setiap tempat beliau sebutkan lagi sanadnya. Sebagai murid yang shalih, beliau sangat menghormati gurunya itu, sehingga beliau menghindari orang-orang yang berselisih pendapat dengan al-Bukhari.

Kitab Shahih Muslim memang dinilai kalangan muhaditsun berada setingkat di bawah al-Bukhari. Namun ada sejumlah ulama yang menilai bahwa kitab Imam Muslim lebih unggul ketimbang kitabnya al-Bukhari.

Sebenarnya kitab Shahih Muslim dipublikasikan untuk Abu Zur’ah, salah seorang kritikus hadits terbesar, yang biasanya memberikan sejumlah catatan mengenai cacatnya hadits. Lantas, Imam Muslim kemudian mengoreksi cacat tersebut dengan membuangnya tanpa argumentasi. Karena Imam Muslim tidak pernah mau membukukan hadits-hadits yang hanya berdasarkan kriteria pribadi semata, dan hanya meriwayatkan hadits yang diterima oleh kalangan ulama. Sehingga hadits-hadits Muslim terasa sangat populis.

Berdasarkan hitungan Muhammad Fuad Abdul Baqi, kitab Shahih Muslim memuat 3.033 hadits. Metode penghitungan ini tidak didasarkan pada sistem isnad sebagaimana dilakukan ahli hadits, namun beliau mendasarkannya pada subyek-subyek. Artinya jika didasarkan isnad, jumlahnya bisa berlipat ganda.
 


Antara al-Bukhari dan Muslim


Imam Muslim, sebagaimana dikatakan oleh Prof. Mustafa ‘Adzami dalam bukunya Studies in Hadith Methodology and Literature, mengambil keuntungan dari Shahih Bukhari, kemudian menyusun karyanya sendiri, yang tentu saja secara metodologis dipengaruhi karya al-Bukhari.

Antara al-Bukhari dan Muslim, dalam dunia hadits memiliki kesetaraan dalam keshahihan hadits, walaupun hadits al-Bukhari dinilai memiliki keunggulan setingkat. Namun, kedua kitab hadits tersebut mendapatkan gelar sebagai as-Shahihain.

Sebenarnya para ulama berbeda pendapat mana yang lebih unggul antara Shahih Muslim dengan Shahih Bukhari. Jumhur Muhadditsun berpendapat, Shahihul Bukhari lebih unggul, sedangkan sejumlah ulama Marokko dan yang lain lebih mengunggulkan Shahih Muslim. Hal ini menunjukkan, sebenarnya perbedaannya sangatlah sedikit, dan walaupun itu terjadi, hanyalah pada sistematika penulisannya saja, serta perbandingan antara tema dan isinya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengulas kelebihan Shahih Bukhari atas Shahih Muslim, antara lain, karena Al-Bukhari mensyaratkan kepastian bertemunya dua perawi yang secara struktural sebagai guru dan murid dalam hadits Mu’an’an; agar dapat dihukumi bahwa sanadnya bersambung. Sementara Muslim menganggap cukup dengan "kemungkinan" bertemunya kedua rawi tersebut dengan tidak adanya tadlis.

Al-Bukhari mentakhrij hadits yang diterima para perawi tsaqqat derajat utama dari segi hafalan dan keteguhannya. Walaupun juga mengeluarkan hadits dari rawi derajat berikutnya dengan sangat selektif. Sementara Muslim, lebih banyak pada rawi derajat kedua dibanding Bukhari. Disamping itu kritik yang ditujukan kepada perawi jalur Muslim lebih banyak dibanding kepada al-Bukhari.

Sementara pendapat yang berpihak pada keunggulan Shahih Muslim beralasan — sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar —, bahwa Muslim lebih berhati-hati dalam menyusun kata-kata dan redaksinya, karena menyusunnya di negeri sendiri dengan berbagai sumber di masa kehidupan guru-gurunya. Beliau juga tidak membuat kesimpulan dengan memberi judul bab sebagaimana Bukhari lakukan. Dan sejumlah alasan lainnya.

Namun prinsipnya, tidak semua hadits Bukhari lebih shahih ketimbang hadits Muslim dan sebaliknya. Hanya pada umumnya keshahihan hadits riwayat Bukhari itu lebih tinggi derajatnya daripada keshahihan hadits dalam Shahih Muslim.

Karya-karya Imam Muslim


Imam Muslim berhasil menghimpun karya-karyanya, antara lain seperti: 1) Al-Asma’ wal-Kuna, 2) Irfadus Syamiyyin, 3) Al-Arqaam, 4) Al-Intifa bi Juludis Siba’, 5) Auhamul Muhadditsin, 7)At-Tarikh, 8) At-Tamyiz, 9) Al-Jami’, 10) Hadits Amr bin Syu’aib, 11) Rijalul ‘Urwah, 12)Sawalatuh Ahmad bin Hanbal, 13) Thabaqat, 14) Al-I’lal, 15) Al-Mukhadhramin, 16) Al-Musnad al-Kabir, 17) Masyayikh ats-Tsawri, 18) Masyayikh Syu’bah, 19) Masyayikh Malik, 20) Al-Wuhdan, 21) As-Shahih al-Masnad.

Kitab-kitab nomor 6, 20, dan 21 telah dicetak, sementara nomor 1, 11, dan 13 masih dalam bentuk manuskrip. Sedangkan karyanya yang monumental adalah Shahih dari judul singkatnya, yang sebenarnya berjudul, Al-Musnad as-Shahih, al-Mukhtashar minas Sunan, bin-Naqli al-’Adl ‘anil ‘Adl ‘an Rasulillah.

Wafatnya Imam Muslim

Imam Muslim wafat pada Ahad sore, pada tanggal 24 Rajab 261 H. Semoga Allah SWT merahmatinya, mengampuni segala kesalahannya, serta menggolongkannya ke dalam golongan orang-orang yang sholeh. Amiin.

Biografi Imam Malik bin Anas

Biografi Imam Malik bin Anas - Imam Madzhab Maliki
Imam Malik bin Anas termasuk salah satu Imam Madzhab, yaitu madzhab Maliki dengan kitabnya yang terkenal Al Muwatha'. berikut ini kami tampilkan Biografi Imam Malik bin Anas.
Pertumbuhan beliau
Nama: Mâlik bin Anas bin Mâlik bin Abi Amir bin Amru bin Al Harits bin ghailân bin Hasyat bin Amru bin Harits.
Kunyah beliau: Abu Adbillah
Nasab beliau:
  1. Al Ashbuhi; adalah nisbah yang di tujukan kepada dzi ashbuh, dari Humair
  2. Al Madani; nisbah kepada Madinah, negri tempat beliau tinggal.
Tanggal lahir:
Beliau dilahirkan di Madinah tahun 93 H, bertepatan dengan tahun meninggalnya sahabat yang mulia Anas bin Malik. Ibunya mengandung dia selama tiga tahun.
Sifat-sifat imam Malik:
Beliau adalah sosok yang tinggi besar, bermata biru, botak, berjenggot lebat, rambut dan jenggotnya putih, tidak memakai semir rambut, dan beliau menipiskan kumisnya. Beliau senang mengenakan pakaian bersih, tipis dan putih, sebagaimana beliaupun sering bergonta-ganti pakaian. Memakai serban, dan meletakkan bagian sorban yang berlebih di bawah dagunya.
Aktifitas beliau dalam menimba ilmu
Imam Malik tumbuh ditengah-tengah ilmu pengetahuan, hidup dilingkungan keluarga yang mencintai ilmu, dikota Darul Hijrah, sumber mata air As Sunah dan kota rujukan para alim ulama. Di usia yang masih sangat belia, beliau telah menghapal Al Qur`an, menghapal Sunah Rasulullah, menghadiri majlis para ulama dan berguru kepada salah seorang ulama besar pada masanya yaitu Abdurrahman Bin Hurmuz.
Kakek dan ayahnya adalah ulama hadits terpandang di Madinah. Maka semenjak kecil, Imam Malik tidak meninggalkan Madinah untuk mencari ilmu. Ia merasa Madinah adalah kota dengan sumber ilmu yang berlimpah dengan kehadiran ulama-ulama besar.
Karena keluarganya ulama ahli hadits, maka Imam Malik pun menekuni pelajaran hadits kepada ayah dan paman-pamannya. Disamping itu beliau pernah juga berguru kepada para ulama terkenal lainnya
Dalam usia yang terbilang muda, Imam Malik telah menguasai banyak disiplin ilmu. Kecintaannya kepada ilmu menjadikan hampir seluruh hidupnya di salurkan untuk memperoleh ilmu.
Rihlah beliau
Meskipun Imam Malik memiliki kelebihan dalam hafalan dan kekuatan pengetahuannya, akan tetapi beliau tidak mengadakan rihlah ilmiah dalam rangka mencari hadits, karena beliau beranggapan cukup dengan ilmu yang ada di sekitar Hijaz. Meski beliau tidak pernah mengadakan perjalanan ilmiyyah, tetapi beliau telah menyangdang gelar seorang ulama, yang dapat memberikan fatwa dalam permasalahan ummat, dan beliau pun membentuk satu majlis di masjid Nabawi pada saat beliau menginjak dua puluh satu tahun, dan pada saat itu guru beliau Nafi’ hiudp. Semua itu agar dapat mentransfer pengetahuannya kepada kaum muslimin serta kaum muslimin dapat mengambil manfaat dari pelajaran yang di sampaikan sang imam
Guru-guru beliau
Imam Malik berjumpa dengan sekelompok kalangan tabi’in yang telah menimba ilmu dari para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan yang paling menonjol dari mereka adalah Nafi’ mantan budak Abdullah bin ‘Umar. Malik berkata; ‘Nafi’ telah menyebarkan ilmu yang banyak dari Ibnu ‘Umar, lebih banyak dari apa yang telah disebarkan oleh anak-anak Ibnu Umar,’
Guru-guru imam Malik, selain Nafi’, yang telah beliau riwayatkan haditsnya adalah;
  1. Abu Az Zanad Abdullah bin Zakwan
  2. Hisyam bin ‘Urwah bin Az Zubair
  3. Yahya bin Sa’id Al Anshari
  4. Abdullah bin Dinar
  5. Zaid bin Aslam, mantan budak Umar
  6. Muhammad bin Muslim bin Syihab AzZuhri
  7. Abdullah bin Abi Bakr bin Hazm
  8. Sa’id bin Abi Sa’id Al Maqburi
  9. Sami mantan budak Abu Bakar
Murid-murid beliau
Banyak sekali para penuntut ilmu meriwayatkan hadits dari imam Malik ketika beliau masih muda belia. Disini kita kategorikan beberapa kelompok yang meriwayatkan hadits dari beliau, diantaranya;
Guru-guru beliau yang meriwayatkan dari imam Malik, diantaranya;
  1. Muhammad bin Muslim bin Syihab Az Zahrani
  2. Yahya bin SA’id Al Anshari
  3. Paman beliau, Abu Sahl Nafi’ bin Malik
Dari kalangan teman sejawat beliau adalah;
  1. Ma’mar bin Rasyid
  2. Abdul Malik bin Juraij
  3. Imam Abu Hanifah, An Nu’man bin Tsabit
  4. Syu’bah bin al Hajaj
  5. Sufyan bin Sa’id Ats Tsauri
  6. Al Laits bin Sa’d
Orang-orang yang meriwayatkan dari imam Malik setelah mereka adalah;
  1. Yahya Bin Sa’id Al Qaththan
  2. Abdullah bin Al Mubarak
  3. Abdurrahman bin Mahdi
  4. Waki’ bin al Jarrah
  5. Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i.
Sedangkan yang meriwayatkan Al Muwaththa` banyak sekali, diantaranya;
  1. Abdullah bin Yusuf At Tunisi
  2. Abdullah bin Maslamah Al Qa’nabi
  3. Abdullah bin Wahb al Mishri
  4. Yahya bin Yahya Al Laitsi
  5. Abu Mush’ab Az Zuhri
Persaksian para ulama terhadap beliau
  1. Imam malik menerangkan tentang dirinya; ‘aku tidak berfatwa sehingga tujuh puluh orang bersaksi bahwa diriku ahli dalam masalah tersebut.
  2. Sufyan bin ‘Uyainah menuturkan; “Malik merupakan orang alim penduduk Hijaz, dan dia merupakan hujjah pada masanya.”
  3. Muhammad bin idris asy syafi`i menuturkan: “Malik adalah pengajarku, dan darinya aku menimba ilmu.” Dan dia juga menuturkan; ” apabila ulama di sebutkan, maka Malik adalah bintang.”
  4. Muhammad bin idris asy syafi`i menuturkan: “saya tidak mengetahui kitab ilmu yang lebih banyak benarnya dibanding kitab Imam Malik” dan imam Syafi’I berkata: “tidak ada diatas bumi ini kitab setelah kitabullah yang lebih sahih dari kitab Imam Malik”.
  5. Abdurrahman bin Mahdi menuturkan; “aku tidak akan mengedepankan seseorang dalam masalah shahihnya sebuah hadits dari pada Malik.”
  6. Al Auza’I apabila menyebut Imam Malik, dia berkata; ” ‘Alimul ‘ulama, dan mufti haramain.”
  7. Yahya bin Sa’id al Qaththan menuturkan; “Malik merupakan imam yang patut untuk di contoh.”
  8. Yahya bin Ma’in menuturkan; ” malik merupakan hujjah Allah terhadap makhluk-Nya.”
Hasil karya beliau
Muwaththa` merupakan hasil karya imam Malik yang paling spektakuler, dan disana masih ada beberapa karya beliau yang tersebar, diantaranya;
  1. Risalah fi al qadar
  2. Risalah fi an nujum wa manazili al qamar
  3. Risalah fi al aqdliyyah
  4. Risalah ila abi Ghassan Muhammad bin Mutharrif
  5. Risalah ila al Laits bin Sa’d fi ijma’i ahli al madinah
  6. Juz`un fi at tafsir
  7. Kitabu as sirr
  8. Risalatu ila Ar Rasyid.
Wafatnya beliau
Beliau meninggal dunia pada malam hari tanggal 14 safar 179 H pada usia yang ke 85 tahun dan dimakamkan di Baqî` Madinah munawwarah (lidwa.com)

Biografi Abu Hurairah

Nama asal Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shakhr Ad-Dawsi (salah satu kabilah di Yaman), nama Islam Abdusy yang diberikan Nabi SAW, sebagai pengganti nama masa Jahiliah yaitu syams bin kemudian dipanggil Abu Hurairah oleh Rasulullah juga yang berarti bapaknya kucing pada saat beliau melihatnya membawa kucing kecil. Memang ia sangat menyayangi kucing, disetiap hari ia selalu membawanya ke mana ia pergi dan pada malam hari ditempatkan di sebuah pepohonan.Nama kesayangan yang diberikan Rasulullah kemudian menjadi nama panggilan yang terkenal sehingga nama aslinya sangat langka terdengar.
   Abu Hurairah masuk islam pada tahun ke 7 Hijriah pada tahun perang Khaibar dan meninggal dunia pada 57 H Al-aqiq menurut pendapat yang kuat .Dia adalah komandan penghuni shuffah,yang menghabiskan  waktunya untuk beribadah. Suffah adalah suatu tempat berlinduan para sahabat yang zahid di masjid Nabawi. Abu Hurairah salah seorang sahabat yang  mendapat doa dari Rasulullah SAW agar dapat menghapal apa yang ia dengar.
Dalam salah satu hadis yang diriwaatkan oleh Al-Bukhari, Muslim,dan At-Tirmidzi, ia berkata: "Aku berkata Ya Rasulullah! Aku mendengar dari padamu beberapa perkara (hadis), tetapi aku tidak hapal." Nabi bersabda: "Bentangkan selendangmu, "aku pun membentangkannya.
Setelahitu, beliau banyak memberitakan hadis padaku dan aku tidak pernah lupa sedikit pun."

           
Abu Hurairah memiliki sifat-sifat yang terpuji di antaranya wara ; takwa, dan zuhud. Ia juga seorang candais dan humoris yang bermanfaat. Ketika bertemu dengan anak-anak kecil banyak humor dan ketika bertemu dengan teman-temannya di pasar, ia suka cerita dengan cerita yang menghibur. Tetapi pada malam hari ia selalu melaksanakan shalat Tahajjud sepanjang malam secara khusyu'.

         Dia pernah diangkat menjadi gubernur Bahrain pada masa Umar bin Al-Khattab dan pada masa Ali juga pernah akan diangkat menjadi Gubernur tetapi ia keberatan, kemudian pada masa Mu'awiyyah ia diangkat menjadi Gubernur Madinah . Sebagaimana karakter Umar bin Al-Khattab yang berhati-hati dan tegas dalam memperkecil periwayatan hadis dari Rasulullah, Umar pernah mengingkari periwayatan Abu Hurairah yang banyak itu. Umar berkata  : "Sungguh engkau tinggalkan hadis atau kamu saya pulangkan ke desa asalmu Daws. Tetapi setelah Abu Hurairah meriwayatkan hadis : "Barang siapa yang mendustakan padaku dengan sengaja, maka hendak siaplah tempat tinggalnya neraka."   Umar mengakui dan berkata : "Adapun jika demikian, pergilah dan beritakanlah hadis."         Sebagian kritikus hadis menuduh bahwa Abu Hurairah melakukan tadlis (menyembunyikan cacat) karena ia tidak bisa membedakan antara periwayatan hadis dari Nabi dan hadis dari Ka'ab Al-Ahbar. Kritikan itu dibantah oleh Bisyr bin Sa'id: "Takutlah kepada Allah dan peliharalah hadis. Demi Allah aku melihat ketika duduk bersama Abu Hurairah dia meriwayatkan hadis dari Rasulullah dan memberitakan hadis kepada kita dari Ka'ab Al-ahbar  Jika di sana terdapat tadlis bukan dilakukan Abu Hurairah tetapi dilakukan oleh orang-orang yang meriwayatkannya hadis darinya." Asy-Syafi'i berkata :bahwa Abu Hurairah orang yang paling hapal hadis pada masanya.  Salim Abu Za'yaz'ah seorang Gubernur dan katib Marwan bin Al-Hakam meriwayatkan , bahwa Marwan pernah mengundang Abu Hurairah dan dipersilahkan duduk dibelakang singgasanya. Ia ditanya oeh Marwan dan aku mencatatnya sehingga setelah setahun kemudian dipanggil kembali dan dipersilahkan duduk di sama. Abu Hurairah menjawab persis dengan catatanku tidak menambah dan tidak mengurangi, tidak mendahulukan sesuatu kata dan tidak mengakhirinya.

    Abu Hurairah adalah di antara sahabat yang terbanyak dalam periwayatan hadis. Menurut Baqi' bin Mulkhallad sebanyak 5374 buah hadis Dia mengambil hadis dari sekitar 800 orang para sahabat dan tabi'in Imam Malik dalam Al-Muwaththa' dan Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari padanya sebanyak 93 buah hadis dan Muslim sebanyak 189 buah hadis. Abu Abu Ishak Ibrahim bin Harb Al-'Askari (w.282H) menghimpun hadis-hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah dalam Muanad-nya dan naskahnya masih ada di perpustkaan Turki sebagaimana disebutkan Tarikh Al-Adab Al-Arabi.

         
Ada beberapa faktor banyaknya periwayatan yang diperoleh Abu-Hurairah antara lain sebagai berikut :
  • Rajin menghadiri majlis-majlis Nabi
  • Selalu menemani Rasulullah, jarena ia sebagai penghuni Shuffag di Masjid Nabawi.
  • Kuat ingatannya, karena ia salah seorang sahabat yang mendapat doa dari Nabi sehingga hapalannya dan tidak pernah lupa apa yang ia dengar dari Rasulullah.